AFILIASI PANDEMI DAN ILAHI

Oleh : Ilmitul Amalia

Pertiwi nampak lengah
Jentera rotasinya tertatih memikul tubuh
Menahanpilu yang kini bersila diatas punggungnya
Seakan derita yang dikandung kian menganga

Pendemi datang menunggangi buana
Menyapa tanpa suara dan lupa lukiskan wajah
Menerkam penghuninya tanpa aksa, menebas tanpa arah
Manusia-manusia pun tiada kuasa menilang aksinya
Hanya mampu meredam ketakutan dibawah para

Ia hadir dengan suguhan tabir untuk bersua
Sekedar mengartikulasikan perihal nilai pertemuan
Membatasi dimensi kerja yang tumpukkan penghasilan
Barangkali mengajarkan perihal hidup lberlandaskan kesederhanaan
Menguji harta untuk disedekahkan kepada mereka yang supinasi-kantangan

Rumah-Nya kini dijulangkan pintu-pintu
Barangkali menyuarakan kecewa pada hamba yang enggan melangkah kerumah-Nya
Cekikan ganasnya mampu layangkan nyawa
Sekiranya mengetuk sukma yang tiadakuasa bernegosiasi akan usia

Ia datang untuk mentransmisikan bahasa kerinduan-Nya
Perihal hamba yang tiada lagi gaungkan syair-syair cinta dalam doa
Mengayunkan sirkulasi airmata
Untuk mendeklamasikan haraphanya kepada-Nya

Dengan doa kita genggam langit
Menghembuskan segala pundi-pundi kefasikan dengan taubat
Yang akan menjelma menjadi tabib melawan pandemi dan lalai
Untuk merangkak dari lorong dosa menuju jalan Ilahi

*Penulis merupakan pemenang juara 2 kategori putri lomba cipta puisi, dalam lomba nasional semarak milad ke-21 jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Makassar.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
Iklanspot_img

Latest Articles