Persepsi Mahasiswa tentang Konsep Pelayanan Pustakawan ditinjau dari Aspek Teori dan Realitas (Studi Kasus Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Makassar)

0
23

Oleh: Kelompok III_Sekolah Riset

Pelayanan pustakawan adalah seluruh kegiatan pelayanan yang berupa pemberian informasi dan fasilitas di dalam perpustakaan kepada pengguna dengan cepat, mudah, dan tepat guna. Oleh karenanya, layanan pustakawan dapat dikatakan sebagai penyedia segala bentuk bahan pustaka yang dibutuhkan pemustaka dan penyedia berbagai sarana penelusuran informasi yang terseleksi.

            Pelayanan pustakawan yang ideal sebenarnya mengacu kepada bagaimana pustakawan memahami dan memberikan informasi sesuai dengan apa yang dibutuhkan pemustaka, dan bagaimana pustakawan berusaha untuk membuat pemustaka menggunakan atau memanfaatkan koleksi yang ada semaksimal mungkin, dan hal tersebut dapat dilihat dari segi kepuasan pemustaka, jadi segala sesuatu yang disiapkan di dalam perpustakaan atau pelayanan yang diberikan oleh pustakawan kepada pemustaka semuanya mengacu kepada kebutuhan, keinginan dan permintaan pemustaka. 

            Sementara itu Pepustakaan idealnya mampu melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk membangkitkan potensi membaca yang ada dimasyarakat. Menurut Blasius Sudarsono dalam bukunya “Antologi Kepustakawan Indonesia” mengatakan bahwa pembangunan perpustakaan umum di Indonesia masih sangat lemah (sudarsono, 2006:164). Ini adalah salah satu contoh bahwa kondisi perpustakaan di Indonesia belumlah ideal oleh karena itu pembangunannya yang masih lemah tadi, meskipun pendapatnya itu ditujukan bagi perpustakaan umum, namun hal ini dapat menjadi gambaran bagi kita bahwa perpustakaan di negara kita masih banyak yang belum diselenggarakan sebagaimana layaknya pelayanan perpustakaan yang baik.

            Dari hasil riset yang telah didapatkan terkait pelayanan pustakawan, rata-rata mengatakan bahwa pelayanan perpustakaan harus bisa melayani pemustaka dengan baik demi kenyamanan para pemustaka, pustakawan harus memahami kode etik serta psikologi pemustaka, dan bersikap profesional. Menurut Nur Saleha, teori pelayanan perpustakaan itu di mana seorang pustakawan melayani seorang pemustaka dengan tepat dalam memenuhi kebutuhan pemustakanya. Selain itu juga pustakawan harus melayani pemustaka dengan ramah dan sopan agar pemustaka dapat nyaman selama berada di dalam perpustakaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa didalam perpustakaan khususnya perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar sudah memenuhi kebutuhan para pemustaka, contohnya bahan pustaka yang disediakan sudah sesuai dengan kebutuhan pemustaka.

            Kemudian jika ditinjau dari segi realitasnya, berdasarkan hasil wawancara dari enam narasumber, ada satu orang diantaranya yang menganggap pelayanan pustakawan tidak sesuai dengan teori yang ada. Nia saat diwawancarai mengatakan bahwa saat masuk ke dalam perpustakaan fakultas para pustakawanya tidak ramah dalam melayani pemustaka. Adapun menurut lima narasumber lainnya mengatakan didalam perpustakaan itu sudah mulai mengikuti teori pelayanan yang sudah diajarkan.

            Dari enam narasumber juga memberikan pendapat mereka terkait dampak yang mempengaruhi ketika pustakawan tidak maksimal dalam melayani pemustaka, dan garis besar yang dapat diambil dari pendapat mereka yaitu, Jika pustakawan tidak maksimal dalam menghadapi atau melayani pemustaka, maka pemustaka akan menjadi kurang nyaman berada di perpustakaan dan bisa jadi tidak akan kembali datang ke perpustakaan jika pustakawannya tidak baik dalam melayani pemustaka.

            Menurut Purwono (2013:55) Profesionalisme pustakawan tercermin pada    kemampuan    (pengetahuan,    pengalaman,    keterampilan)    dalam    mengelola    dan    mengembangkan    pelaksanaan    pekerjaan    di    bidang    kepustakawanan  serta  kegiatan  terkait  lainnya  secara  mandiri.  Kualitas  hasil  pekerjaan  inilah  yang  akan  menentukan  profesionalisme  mereka.  Pustakawan profesional dituntut menguasai bidang ilmu kepustakawanan, memiliki       keterampilan dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan kepustakawanan, melaksanakan    tugas atau pekerjaannya dengan motivasi yang  tinggi yang dilandasi oleh sikap dan kepribadian yang menarik, demi mencapai kepuasan pengguna. Keahlian  menjadi  faktor  penentu  dalam  menghasilkan  hasil  kerja  serta  memecahkan  masalah  yang  mungkin  muncul.  Sedangkan  tanggung  jawab   merupakan   proses   kerja   pustakawan   yang   tidak   semata-mata   bersifat rutinitas, tetapi senantiasa beriringan dengan upaya kegiatan yang bermutu  melalui  prosedur  kerja  yang  benar. 

            Berdasarkan hasil riset yang dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa para narasumber yang diwawancarai memiliki pendapat yang beragam, dan sebagian besar mengatakan bahwa teori yang diajarkan telah sesuai dengan penerapan pelayanan yang ada dalam perpustakaan, sementara selebihnya mengatakan bahwa pelayanan yang dilakukan pustakawan belum sepenuhnya sesuai dengan konsep pelayanan perpustakaan yang ideal, karena Idealnya pelayanan perpustakaan harus sesuai dengan teori yang ada selama ini, di mana pustakawannya berwawasan luas dan mampu memahami informasi apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pemustaka.

*Penulis merupakan peserta Sekolah Riset Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan (HIMAJIP) UIN Alauddin Makassar*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here